Seluruh
Umat Islam
merayakan momen yang istimewa, momen
yang sangat di nantikan yakni Idul Fitri 1443
H. Idul Fitri memiliki makna yang berkaitan erat dengan tujuan yang akan
dicapai dari kewajiban berpuasa itu sendiri yaitu manusia yang bertaqwa. Idul Fitri
berasal dari dua kata "Id" dan
"Al-Fitri".
Id secara bahasa berasal dari kata ‘’aada
– ya’uudu’’, yang artinya kembali.
Hari raya disebut ‘id karena hari raya terjadi secara berulang-ulang,
dimeriahkan setiap tahun, pada waktu yang sama. Sedangkan kata Fitri yang
berarti suci, bersih dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, dan keburukan
berdasarkan
Idul
Fitri menjadi hari yang ditunggu-tunggu umat Islam setelah melaksanakan ibadah satu
bulan penuh, yaitu shiyam ramadan dan amal kebajikan lainnya, seperti shalat
Sunnah tarawih, tadarrus al-Qur’an, zakat, shadaqah, dan lain sebagainya.
pada
bulan Syawal ini, kita digolongkan oleh Allah menjadi orang yang mendapatkan
kemenangan. Bagi umat Islam, Tepat pada tanggal 1 Syawal ini sedang memasuki
babak baru,babak kembali ke fitrah yang suci,bukan hanya itu saja di Momen hari
suci ini juga memberikan limpahan rahmat untuk umat muslim, yuk pahami seperti
apa saja makna Idul Fitri itu:
1.Ungkapan
Rasa Syukur
2.Kembali
Menjadi Suci
Ungkapan
tersebut bukan hanya sekedar kata kata, kembali ke suci bisa diartikan
seseorang kembali bersih secara jiwa dan raga.Saat momen Lebaran,akan
dimanfaatkan umat muslim untuk saling memaafkan, silaturahim & saling
berbagi.
3.Hari
Kemenangan
Kemenangan
bisa dirasakan ketika kamu sudah berjuang dan berhasil mendapatkan sesuatu.
Untuk meraihnya tentu ada pengorbanan dan usaha yang kamu lakukan. Begitu juga
dengan hari raya Idul Fitri. Setelah berpuasa selama 30 hari penuh dan menghilangkan
segala hal negatif, kamu bisa meraih kemenanganmu di hari raya Idul Fitri.
4.Meleburkan
Dosa
Salah
satu makna istimewa dari Idul Fitri adalah meleburkan dosa. Kata lebur ini
mungkin akan mengingatkanmu dengan istilah Lebaran. Yaps, kamu nggak salah kok.
Lebaran berasal dari istilah Jawa yang berarti Lebar-Lebur-Luber-Labur.
Lebar artinya seseorang akan bisa terlepas dari kemaksiatan. Lebur
artinya lebur dari dosa. Luber
artinya luber dari pahala, luber dari keberkahan, luber dari rahmat Allah SWT. Labur
artinya bersih sebab bagi orang yang benar-benar melaksanakan ibadah puasa,
maka hatinya akan dilabur menjadi putih bersih tanpa dosa. Rosulullah SAW
bersabda :
“Barangsiapa
yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan didasari iman dan semata-mata karena
mengharap ridho Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq
‘alaihi).
Tradisi
menyambut Hari Raya Idul Fitri sebagai Lebaran terasa sudah mengakar di
kalangan masyarakat Indonesia,ada banyak tradisi khas yang sudah menjadi budaya
sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu dan sangat di rindukan umat muslim
Nusantara,di antaranya;
1. Takbiran di malam hari raya idul Fitri
Mengumandangkan takbir pada hari raya
Idul Fitri telah menjadi tradisi. Tidak hanya dikumandangkan di masjid-masjid, tetapi
masyarakat juga mengadakan apa yang diistilahkan dengan ‘takbir keliling’:
semacam pawai bersama mengelilingi desa atau kota dengan mengumandangkan takbir
bersama seraya diiringi tabuhan bedug.
Dijelaskan oleh Imam Syafi’I dalam kitab
al-Umm terkait dengan praktik takbir yang dikumandangkan oleh para sahabat Nabi
saw. Di antaranya adalah Ibnu al-Musayyab, Urwah bin al-Zubair, Abu Salamah,
dan Abu Bakar bin Abdurrahman yang mengumandangkan takbir pada malam Idul Fitri
dengan mengeraskan suara. Kegiatan ini juga dilakukan oleh para sahabat yang
lain hingga esok hari ketika salat Ied dilaksanakan.
2. Mudik
Mudik merupakan tradisi tahunan yang
terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran Idul
Fitri, Idul Adha, Natal, Tahun Baru, dan Hari Besar Nasional. Setelah beberapa tahun Mudik Lebaran ditiadakan oleh
pemerintah akhirnya tahun ini diperbolehkan dengan beberapa syarat tertentu,
salah satunya telah vaksin dosis 3 (booster) ketentuan tersebut berada dalam
Adendum Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 16/2022 tentang
ketentuan Perjalanan Dalam Negeri di Masa Pandemi.
3. Silaturahmi
Silaturahmi menjadi agenda utama yang selalu dilakukan saat lebaran untuk mengunjungi sanak saudara, kerabat, tetangga, dan teman. Silaturahmi momen kembali suci saat lebaran yang dimanfaatkan umat muslim untuk saling bermaafan dan menyambung kembali tali silaturahmi yang terputus. Manfaat silaturahmi saat lebaran tak hanya sekadar menjalin hubungan baik antar manusia, kegiatan ini juga memupuk keimanan seseorang pada Allah SWT. Dan beberpa manfaat lain dari silaturahmi adalah dapat membuat seseorang banyak rezeki dan panjang umur, Nabi Muhammad SAW, bersabda : “Barang siapa yang ingin diperluas rezekinya dan ingin dipanjangkan umurnya hendaklah ia menyambung tali silaturrahmi”. ( H.R BUKHORI )
4. Makan ketupat
Saat Lebaran terdapat hidangan khas
yaitu ketupat. Dalam istilah Jawa, ketupat diartikan dengan ngaku lepat alias
mengaku kesalahan, bentuk segi empat dari ketupat mempunyai makna kiblat papat
lima pancer yang berarti empat arah mata angin dan satu pusat yaitu arah jalan
hidup manusia di mana pusatnya adalah Allah SWT.
Banyak
hikmah yang dapat kita petik dari pemaparan idul Fitri di atas dan dapat kita
simpulkan betapa pentingnya menjalankan ibadah di bulan Ramadhan,semata-mata
karena Allah SWT agar kita menjadi hamba yang bertakwa dan senantiasa
mempererat tali silaturrahim.
Sekian
pemaparan singkat dari kami, semoga bermanfaat .
Kami
segenap Keluarga Besar UKM Badan Dakwah Kampus mengucapkan selamat hari raya
idul Fitri 1443 H, (minal aidzin wal Faidzin) mohon maaf lahir dan batin.
