KEMULIAAN MALAM LAILATUL QODAR

 



UKM BDK UNIVERSITAS PANCA MARGA PROBOLINGGO - Bulan ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa,pada bulan ini seluruh bentuk amal  ibadah yang di lakukan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Selain itu, di bulan Ramadhan juga terdapat satu malam yang sangat di nantikan yakni malam Lailatul Qadar.Pahala ibadah yang menjumpai malam Lailatul Qadar akan dilipatgandakan seribu bulan.

Lantas, apa itu malam Lailatul Qadar dan kapan datangnya malam Lailatul Qadar?

Lailatulqadar atau Lailat Al-Qadar (bahasa Arab: لَيْلَةِ الْقَدْرِ, malam ketetapan) adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadan, yang dalam Al-Qur'an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Lailatul Qadar adalah nama julukan untuk suatu malam di mana di malam itu Al Quran diturunkan sepenuhnya dari Lauhil Mahfudz ke langit dunia, secara sekaligus bukan sedikit-sedikit. Ini adalah masa penurunan (nuzul) Al-Quran fase pertama. Sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Qadar ayat 1-5.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar". (QS. Al Qadr: 1-5).

menurut Quraish Shihab;"Malam tersebut adalah malam mulia yang tiada bandingnya. Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Alquran serta karena ia menjadi titik tolak dari segala kemuliaan yang dapat diraih.

Di malam itu malaikat-malaikat Allah turun ke bumi untuk mengucapkan salam kepada orang yang berpuasa dan memohonkan ampunan untuk nya.

Al-Imam Al-Qurthubi menyebutkan bahwa dari setiap lapis langit dan juga dari Sidratil Muntaha, para malaikat turun ke bumi, untuk mengamini doa umat Islam yang dipanjatkan di sepanjang malam itu hingga terbitnya fajar, atau masuknya waktu shubuh.

Selain itu malam Lailatul Qadar merupakan malam keselamatan;Mujahid berkata bahwa maksudnya malam itu malam yang di mana setan tidak bisa melakukan perbuatan jahat dan keburukan.

Dan yang paling istimewa adalah malam "Lailatul Qadar"Eksklusif Milik umat Nabi Muhammad SAW.

Jumhur ulama sepakat bahwa keistimewaan malam Qadar ini hanya berlaku untuk umat Muhammad SAW saja. Sedangkan umat-umat terdahulu tidak mendapatkan keistimewaan ini.

Dasarnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Malik dalam Al-Muwaththa’

"Rasulullah diperlihatkan umur-umur manusia sebelumnya -yang relatif panjang- sesuai dengan kehendak Allah, sampai (akhirnya) usia-usia umatnya semakin pendek (sehingga) mereka tidak bisa beramal lebih lama sebagaimana umat-umat sebelum mereka beramal karena panjangnya usia mereka. Maka Allah memberikan Rasulullah Lailatul Qadr yang lebih baik dari seribu bulan. (HR. Malik).

Lailatul Qadar hanya terjadi pada bulan Ramadhan saja.Artinya umat muslim hanya bertemu dengan malam lailatul qadar setahun sekali.

Malam lailatul qadar dipercaya sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Kebaikan yang diperoleh seorang muslim pada malam tersebut melebihi nilai dari jangka waktu seribu bulan atau 83 tahun.

Mengutip Muhammad Adam Hussein dalam Sukses Berburu Lailatul Qadar (2015), Ibnu Rajab dalam kitab Lathoif Al Ma'arif menjelaskan bahwa hadits dalam musnad Imam Ahmad, sunan An Nasai, dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad bersabda:

"Di dalam bulan Ramadhan itu terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang tidak mendapati malam tersebut, maka ia akan diharamkan mendapatkan kebaikan." (HR An Nasai No. 2106, shahih).

Setelah mendengar kemuliaan-kemuliaan lailatul qadar,kemudian timbul sebuah pertanyaan kapan lailatul qadar itu?

Dalam sebuah hadis di sebutkan:

malam lailatul qadar ada di 10 hari terakhir bulan Ramadan. “Berusahalah kalian untuk mendapatkan lailatul qadar di 10 akhir Ramadan,” HR Imam Bukhari dan Muslim.

Waktu malam lailatul qadar semakin mengerucut. Rasulullah SAW bersabda,

تَحَرَّوْا وفي رواية : الْتَمِسُوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِيْ الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْر.

Artinya: "Carilah malam Lailatulqadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan." (HR. Bukhari & Muslim).

Ciri ciri Malam Lailatul Qadar:

a. Keadaan Malam Yang Tentram dan Tenang.

b. Kondisi Cuacanya Yang Tidak Begitu Panas dan Dingin.

c. Malam Yang Cerah dan Matahari Terbit Dengan Teduh.

d. Malam yang Terang dan Tenang.

e. Bulan Terlihat Separuh.

Demikianlah tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qadar serta gambaran suasana pada malam hari atau keesokan harinya dapat memberikan pengetahuan kepada kita agar dapat menjumpai dan merasakan kehadiran tamu agung nan istimewa yakni malam Lailatul Qadar,Semoga kita dapat menjumpai malam kemuliaan ini.

Berikut 7 amalan yang dapat dilakukan pada malam Lailatul Qadar

1. Itikaf

2. Membaca doa Lailatul Qadar

3. Mendirikan sholat (Qiyamul Lail)

4. Sholawat atas nabi SAW

5. Membaca Al Quran

6. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar

7. Memperbanyak Sedekah.

jadikan lah pemaparan singkat ini sebagai media untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT serta meraih manis nya kemuliaan Malam Lailatul Qadar.

والله أعلم باالصواب

Sekian pemaparan singkat dari kami, semoga bermanfaat.

KEMULIAAN MALAM NUZULUL QUR'AN

 


UKM BDK UNIVERSITAS PANCA MARGA PROBOLINGGO - Tepatnya pada hari Senin (18/04),tidak terasa umat Islam akan kedatangan malam yang sangat mulia dan istimewa yaitu malam Nuzulul Qur'an yang bertepatan pada tanggal 17 ramadan.

Malam Nuzulul Qur'an merupakan kejadian yang sangat esensial dalam sejarah peradaban Islam yang terjadi di bulan suci Ramadan.Nuzulul Qur'an adalah peristiwa turunnya Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad Rasulullah SAW.

Para ulama sepakat bahwa malam Nuzulul Quran merupakan malam turunnya Al Quran secara berangsur-angsur pada bulan Ramadan,yakni pada malam ke-17.

Pendapat yang mengatakan Alquran diturunkan pada  malam 17 Ramadan didasarkan pada hadits berikut :

عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَال : مَا أَشُكُّ وَلاَ أَمْتَرِي أَنَّهَا لَيْلَةُ سَبْعَ عَشْرَةَ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ أُنْزِل الْقُرْآنُ

Dari Zaid bin Arqam radhiyallahuanhu berkata, ”Aku tidak ragu bahwa malam 17 Ramadan adalah malam turunnya Al-Quran.” (HR. Ath-Thabarani dan Abu Syaibah).

Marilah kita bersama-sama mengenal dan belajar apa itu malam Nuzulul Qur'an:

Malam Nuzulul Qur'an adalah peristiwa yang amat penting dalam sejarah peradaban Islam yang terjadi di bulan suci Ramadan.Nuzulul Qur'an adalah peristiwa turunnya Al-qur'an kepada Nabi Muhammad SAW pada malam ke-17 di bulan Ramadan.

Terkait turunnya Al Quran, Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 185 yang berbunyi:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ - ١٨٥

Artinya: "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur."

Al Quran pertama kali diturunkan di Gua Hira pada Tahun ke-41 dari kelahiran Nabi Muhammad SAW,Saat itu Nabi Muhammad SAW menerima Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah surat Al Alaq ayat 1-5.di tempat yang sederhana ini,bukan tempat yang mewah dan megah Rasulullah SAW dapat membawa perubahan yang besar bagi peradaban manusia terutama bagi umat muslim di seluruh dunia.

Pada dasarnya, Alquran diturunkan dalam tiga fase: 

Pada tahap pertama, Allah menurunkan Alquran ke Lauh Mahfuzh. Kitab suci ini diturunkan ke sana secara keseluruhan. Dalilnya adalah surah al-Buruj ayat 21-22. Artinya, “Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Alquran yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh.”

Imam al-Hafidz Badruddin al-Aini mengatakan, Lauh Mahfuzh di sisi Allah Ta’ala. Penyebutan itu tak berarti dalam perspektif tempat, melainkan isyarat kesempurnaan keberadaannya dibanding makhluk-makhluk lainnya.

Fase Kedua Baitul Izzah Fase ini merupakan kelanjutan dari sebelumnya. Setelah di Lauh Mahfuzh, Alquran secara utuh diturunkan ke Baitul Izzah, yakni langit dunia (samaaud dunya). Ini terjadi pada bulan suci. Ulama-ulama menyatakan, momen turunnya Alquran itu berlangsung pada malam Jumat tanggal 17 Ramadhan.

Sampai pada Nabi Akhirnya, tibalah pada Fase Ketiga .Pada tahap ini, Alquran diturunkan melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Turunnya kitabullah ini terjadi secara berangsur-angsur, yakni dalam kurun waktu sekitar 23 tahun. Dalil terkait hal itu adalah surah as-Syu’ara ayat 193-195.

Artinya, “Yang dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril). Ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan dengan bahasa Arab yang jelas.”

Tak jarang Nuzulul Qur'an kerap disamakan dengan Lailatulqadar. Meski sama-sama berkaitan dengan turunnya Al Qur'an, keduanya merupakan peristiwa yang berbeda.

Nuzulul Qur'an merupakan peristiwa Jibril menurunkan wahyu berupa Al Qur'an dari Allah SWT ke Nabi Muhammad SAW. Sementara Lailatul qadar adalah istilah yang digunakan untuk memperingati malam di mana Al Qur'an diturunkan langsung dari Allah SWT secara keseluruhan baitul izzah (semacam ruang ilahiyah) yang kemudian dibawa Jibril secara berangsur kepada Rasulullah SAW. Oleh karena itu, malam lailatul qadar hanya Allah SWT yang mengetahuinya.

Peristiwa Nuzulul Quran terjadi bukan tanpa alasan.Ada banyak hikmah yang bisa dipetik oleh umat Muslim melalui peristiwa bersejarah tersebut. Berikut di antaranya:

Mengingat kembali bagaimana proses diturunkannya Al Quran sebagai pedoman umat Muslim. Oleh Karena itu,hendaknya kita senantiasa membaca Al Quran secara rutin,

Senantiasa menjalankan perintah Allah. Allah menuliskan perintah-Nya kepada umat Muslim melalui Al Quran yang diturunkan pada malam Nuzulul Quran.

Ada beberapa anjuran yang harus di lakukan pada malam Nuzulul Qur'an:

1.membaca dan tadabbur Al Qur'an

2.sholat malam

3.iktikaf

4.Doa dan zikir

Mengingat hal tersebut, sudah menjadi kewajiban bagi umat Muslim untuk mengikuti apa yang diperintahkan dan menjauhi larangan Allah dalam Al Quran.

Semakin mendekatakan diri kepada Allah. Umat Muslim dianjurkan untuk menghidupkan malam Nuzulul Quran dengan memperbanyak ibadah, seperti menggelar pengajian, dzikir, sholat malam, dan sebagainya.

jadikan lah pemaparan singkat ini sebagai media untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt dan juga dapat kita terapkan sesuai dengan yang telah dicontohkan,

والله أعلم باالصواب

Sekian pemaparan singkat dari kami, semoga bermanfaat.

 

 

 

 

MARHABAN YA RAMADAN 1443 H/2022 M

 

UKM BDK UNIVERSITAS PANCA MARGa PROBOLINGGO -tepat nya pada hari Minggu (03/04),Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT atas nikmat nya kita semua diberi kesempatan di pertemukan kembali dengan bulan Ramadhan,Bulan yang penuh dengan ampunan dan keutaman serta penuh kemuliaan yakni bulan suci ramadhan.

Marilah kita jadikan Bulan suci Ramadhan ini sebagai momentum untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT serta bertakwa kepada nya.

Ramadhan merupakan syahrul Quran,Diturunkannya Al-Quran pada bulan Ramadhan menjadi bukti nyata atas kemuliaan dan keutamaan bulan Ramadhan. Allah Swt berfirman yang artinya : “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185).

Di ayat lain Allah Swt berfirman yang artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam qadar” (QS. Al-Qadar: 1). Dan banyak ayat lainnya yang menerangkan bahwa Al-Quran diturunkan pada bulan Ramadhan.Itu sebabnya bulan Ramadhan dijuluki dengan nama Bulan Al Qur'an (Syahrul Qur'an).

Selain di sebut dengan Syahrul Qur'an, Bulan suci ramadhan ini juga di sebut dengan Bulan yang Penuh dengan Keberkahan(syahru mubarak),Hal ini adalah berdasarkan pada dalil hadist Nabi Rasulullah SAW yang artinya :”Sungguh telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini diwajibkan puasa kepada kalian..” (HR. Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Baihaqi). Dan juga bahwa setiap ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan,maka Allah akan melipat gandakan pahalanya.

Selain dari itu dalam sebuah hadis juga di sebutkan;Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan penuh keberkahan. Allah telah mewajibkan kepada kalian berpuasa didalamnya, di bulan itu pintu-pintu langit akan dibuka dan pintu-pintu neraka akan ditutup, di bulan itu setan-setan akan diikat, di bulan itu ada malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa terhalang mendapatkan kebaikannya maka sungguh ia telah terhalang.” (HR An Nasai)

Sahabat muslim yang dirahmati Allah

Salah satu perintah yang Allah wajibkan kepada kita ketika ramadhan adalah berpuasa. Dalam al-qur’an surat al-baqrah ayat 183 Allah berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْن مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Hari orang yang beriman, diwajibkan kepada kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.

 

Keutamaan Bulan Ramadan

Selain kewajiban untuk berpuasa, ada berbagai keutamaan bulan Ramadan lain yang patut diketahui umat Islam. Dikutip dari buku Al-Baqiyatus Shalihat oleh Syaikh Rabi' Abdurrauf Az-Zawawi yang diterjemahkan oleh H. Masturi Irham, Lc dan H. Malik Supar, Lc, berikut keutamaannya: 

1. Ramadan adalah bulan Al Quran.

Merujuk pada keutamaan ini, umat Islam dapat memperbanyak membaca Al Quran selama berada pada bulan suci ini.

2. Ramadan adalah bulan kesabaran.

Umat Islam diwajibkan untuk berpuasa pada bulan Ramadan. Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, melainkan juga segala hawa nafsu lainnya. Termasuk di dalamnya amarah.

3. Ramadan adalah bulan di mana pintu-pintu neraka ditutup sedangkan pintu-pintu surga dibuka dan setan dibelenggu.

Keutamaan bulan Ramadan ini disebutkan dalam hadits yang berasal dari Abu Hurairah RA:

 "Ketika datang (bulan) Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu," (HR Bukhari dan Muslim).

4. Pada bulan suci Ramadan terdapat malam Lailatul Qadar.

Disebutkan dalam surat Al Qadr, malam Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. "Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Quran) pada Lailatul Qadar. Dan tahukah engkau apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para mlaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Rabbnya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar." (Al-Qadar: 1-5).

Diterangkan dalam Kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi, Nabi SAW berdabda, Khat "Siapa saja yang mendirikan salat pada Lailatul Qadar karena iman dan hanya mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Muttafaq Alaih). Hadits ini berasal dari Abu Hurairah RA.

5.Pada bulan Ramadan terdapat doa yang mustajab.

Syaikh Rabi' Abdurrauf Az-Zawawi mengatakan, keutamaan bulan Ramadan lainnya adalah terdapat doa yang mustajab di dalamnya. Kita dapat memperbanyak mendekatkan diri kepada Allah SWT salah satunya dengan berdoa.

6. Ramadan adalah bulan jihad dan perjuangan.

Sejarah mencatat perang besar umat Islam terjadi pada bulan Ramadan, tepatnya tahun kedua setelah hijrah. Perang tersebut adalah Perang Badar. Dr. Raghib As-Shirjani dalam bukunya Ramadhan wa Bina' al-Ummah menyebut bahwa kunci kemenangan perang tersebut adalah bulan Ramadan.

7. Ramadan adalah bulan doa.

Disebutkan dalam buku ini, bulan Ramadan merupakan waktu yang mustajab untuk memanjatkan doa. Karena itu, seorang muslim dapat memperbanyak doa untuk kebaikan dirinya maupun saudara-saudaranya.

8. Ramadan adalah bulan zakat, sedekah, dan infak.

Umat Islam diwajibkan untuk memenuhi salah satu rukun Islam, yaitu zakat pada bulan Ramadan. Selain zakat, kita juga bisa memperbanyak sedekah dan infak selama bulan ini berlangsung.

9. Ramadan adalah bulan umrah.

Syaikh Rabi' Abdurrauf Az-Zawawi menyebut pahala umrah pada bulan Ramadan setara dengan haji bersama Rasulullah SAW.

Sahabat muslim yang dirahmati Allah

Kita juga ingin bahwa ramadhan yang datang pada tahun ini dan segala amalan yang dikerjakan di dalamnya bernilai lebih baik dari pada tahun sebelumnya. Seperti yang pernah dikatakan oleh sayyidina Ali bin Abi Thalib ; “Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat.”

inilah sedikit keutamaan tamu yang demikian agung ini,marilah kita menyambutnya dengan suka cita dan menjamu nya dengan ibadah yang semaksimal mungkin di dalamnya,Semoga kita termasuk hamba hamba Nya yang bersyukur dengan dipertemukan dengan bulan yang demikian agung ini.

Mengingat berbagai keutamaan Ramadhan tersebut di atas, maka sangat disayangkan bila Ramadhan datang dan berlalu meninggalkan kita begitu saja, tanpa ada usaha maksimal dari kita untuk meraihnya dengan melakukan berbagai ibadah dan amal shalih.Semoga ramadhan tahun ini akan lebih baik dalam hal amalan ibadah daripada tahun-tahun sebelumnya. Aamin aamiin ya robbal alamin.

Kami segenap Keluarga Besar UKM Badan Dakwah Kampus mengucapkan "Marhaban ya ramadhan"semoga kita semua senantiasa dalam pertolongan serta perlindungan Allah swt,dan Allah jadikan kita semua sebagai hamba yang Istiqomah dalam menjalankan ibadah kepada nya. jadikan lah pemaparan singkat ini sebagai media untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt dan juga dapat kita terapkan dalam bulan Ramadhan ini.

 أعلم باالصوابوالله

Sekian pemaparan singkat dari kami, semoga bermanfaat.


KEMULIAAN BULAN SYAKBAN

UKM BDK UNIVERSITAS PANCA MARGA PROBOLINGGO - Tepatnya pada hari Kamis Malam Jum’at (17/03) seluruh umat Islam memperingati momen yang istimewa yakni malam nisfu syakban.

Sebelum memasuki bulan Ramadan,umat Islam mengenal bulan Syakban,yaitu bulan yang terletak antara bulan Rajab dan Ramadan. kata Syakban berasal dari bahasa Arab yang berasal dari kata syi'ab yang artinya jalan di atas gunung.

Syakban merupakan bulan yang penuh dengan kemuliaan,pada bulan ini amal-amal perbuatan manusia diangkat ke hadirat allah swt. Pada bulan ini allah swt mengawasi hamba nya,mengampuni mereka yang memohon ampunan,mencurahkan kasih sayang bagi mereka yang mengharapkannya dan menyingkirkan hamba-hamba-Nya yang bersifat pendengki.

Syakban merupakan bulan ke delapan dalam penanggalan hijriah,di mana pada bulan Syakban ini terdapat peristiwa penting yang tidak akan pernah terlewatkan dari catatan sejarah penting Islam, Salah satu peristiwa penting yang terjadi di bulan Syakban adalah perpindahan kiblat.

Di sini merupakan perpindahan arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka'bah di Mekkah.

Peristiwa penting tersebut tertulis dalam surat Al-Baqarah ayat 144:

قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ

Artinya:

Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.

Selain peristiwa di atas pada bulan ini terdapat malam yang penuh kemuliaan yakni tepat pada tanggal ke 15 bulan tersebut yang sering kita kenal sebagai nisfu Syakban.

Sayyid Muhammad Al-maliki dalam kitab Madza Fis as-Syakban, menerangkan bahwa penyetoran amal umat manusia di bulan Sya’ban merupakan penyetoran amal besar-besaran.

Pernyataan di atas bukanlah tanpa landasan dan pijakan, pijakan yang mendasari bahwa penyetoran amal terjadi di bulan Syakban sebagaimana hadist dari Usamah bin Zaid, tatkala bertanya kepada Rasulullah, seraya ingin mengetahui dan diajarkan amaliyah yang beliau lakukan. Begini teks aslinya:

عَن أُسَامَة بن زيد رَضِي الله عَنْهُمَا قَالَ قلت يَا رَسُول الله لم أرك تَصُوم من شهر من الشُّهُور مَا تَصُوم من شعْبَان قَالَ ذَاك شهر يغْفل النَّاس عَنهُ بَين رَجَب ورمضان وَهُوَ شهر ترفع فِيهِ الْأَعْمَال إِلَى رب الْعَالمين وَأحب أَن يرفع عَمَلي وَأَنا صَائِم رَوَاهُ النَّسَائِيّ

“Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid, semoga Allah meridlai keduanya, dia bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah! Tidaklah aku pernah melihat engkau berpuasa di sebuah bulan –tidak diwajibkan puasa- dari beberapa bulan selain bulan Syakban, lalu Rasulullah menjawab: bulan Syakban merupakan bulan dimana para umat manusia tidak menyadari bahwa bulan antara bulan Rajab dan bulan Ramadan tersebut merupakan sebuah bulan dimana segala amal perbuatan disetorkan kepada Allah SWT, lalu aku (Rasul) lebih senang amal perbuatanku disetorkan sedangkan aku dalam keadaan berpuasa". (Al-mundziri, At-targhib wa At-tarhib)

Umat Islam meyakini bahwa pada malam ini,dua malaikat pencatat amalan keseharian manusia, yakni Raqib dan Atid, menyerahkan catatan amalan manusia kepada Allah SWT, dan pada malam ini juga buku catatan-catatan amal manusia yang digunakan setiap tahun diganti dengan yang baru. Marilah kita sebagai umat Islam berlomba-lomba berbuat kebaikan pada bulan syakban ini,dengan harapan kita tutup catatan amal kita selama 1 tahun ini dengan kebaikan serta dengan segala hal yang bernilai pahala, seperti yang telah kita kutip dari  dawuh Sayyid Muhammad Al-maliki dalam kitab Madza Fis as-Syakban, beliau menyampaikan sebuah hadits yang menjelaskan keutamaan berpuasa serta melakukan hal kebaikan di bulan syakban. Namun bukan hanya itu saja banyak sekali anjuran dalam islam yang harus di lakukan di bulan Syakban di antaranya:

  • 1.      Memperbaiki pelaksanaan shalat 5 waktu
  • 2.      Mengqada hutang puasa
  • 3.      Menjalankan puasa sunnah
  • 4.      Membaca Shalawat Nabi Muhammad SAW
  • 5.      Memperbanyak membaca Al Quran
  • 6.      Melaksanakan shalat sunnah
  • 7.      Membersihkan penyakit hati, seperti perasaan iri, dengki, dan sombong.
  • 8.      Memperbanyak shodaqoh.

Pada bulan ini, sungguh Allah banyak sekali menurunkan kebaikan-kebaikan berupa syafaat (pertolongan),maghfirah (ampunan),dan itqun min adzabin naar (pembebasan dari siksaan api neraka).

Pada riwayatnya lain juga di sebutkan oleh Abu Bakar Al-Balkhi: “Bulan Rajab adalah bulan menanam. Bulan Syakban adalah bulan menyirami tanaman. Dan bulan Ramadan adalah bulan memanen hasil tanaman.”

Beliau juga berkata: “Bulan Rajab itu bagaikan angin. Bulan Syakban itu bagaikan awan. Dan bulan Ramadhan itu bagaikan hujan.”

Barangsiapa tidak menanam benih amal shalih di bulan Rajab dan tidak menyirami tanaman tersebut di bulan Syakban, bagaimana mungkin ia akan memanen buah takwa di bulan Ramadan? Di bulan yang kebanyakan manusia lalai dari melakukan amal-amal kebajikan ini, sudah selayaknya bila kita tidak ikut-ikutan lalai. Bersegeralah menuju ampunan Allah dan melaksanakan perintah-perintah-Nya adalah hal yang harus segera kita lakukan sebelum bulan suci Ramadan benar-benar datang. Marilah kita berkomitmen menjadikan bulan syakban ini sebagai bulan latihan, pembinaan dan persiapan diri agar menjadi orang yang sukses beramal shalih di bulan Ramadan, dengan senantiasa berlomba lomba dalam kebaikan seperti yang telah di sebutkan dalam firman Allah swt(QS. Al-Baqarah, 2: 148)

وَلِكُلٍّ وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًا ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan. dimana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan mu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah, 2: 148)

Kami segenap Keluarga Besar UKM Badan Dakwah Kampus mengucapkan "Selamat memperingati malam nisfu syakban,dengan harapan semoga kita semua senantiasa dalam pertolongan serta perlindungan Allah swt,dan Allah jadikan kita semua sebagai hamba yang Istiqomah dalam menjalankan ibadah. jadikan lah pemaparan singkat ini sebagai media untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt dan juga dapat kita terapkan sesuai dengan yang dicontohkan oleh baginda Rasulullah Saw,kepada umatnya,khususnya di wilayah Universitas Panca Marga Probolinggo.

والله أعلم باالصواب

Sekian pemaparan singkat dari kami, semoga bermanfaat. 

Melalui Hikmah Isra Mi'raj, Mari Wujudkan Jiwa yang Taat dalam Meraih Iman dan Taqwa kepada Allah SWT

  Salah satu peristiwa yang sering diperingati oleh umat islam tepatnya pada tanggal 27 rajab yakni isra miraj. Peristiwa ini sendiri merupa...