Cahaya Rembulan Rasulullah
"Siapa yang tidak tahu tentang bulan Rabi'ul Awwal, bulan yang penuh berkah dan syafaat. Para bumi dan langitpun juga bergembira dengan adanya bulan ini. Lalu bulan مولدالنبي sang revolution dunia, panutan umat, sang cahaya dalam kegelapan. Mari kita bershalawat selalu kepadanya "
اللهم صلى على سيد نا محمد
Artikel :
Di bulan ini adalah bulan penuh kegembiraan bagi umat Islam di dunia yang di sebut-sebut sebagai " Maulid Nabi Muhammad Saw ". Semua umat Islam pasti merayakan dan melantunkan sholawat dimana-mana agar selalu mendapat syafaatnya kelak.
Rembulan umat islam di lahirkan dari rahim seorang ibu yang bernama Aminah dan ayah yang tangguh bernama Abdullah. Pada hari Senin, 12 Robi'ul Awwal bertepatan pada tahun Amul fill ( 571 Masehi). Lahirlah sang Rembulan Nabi Muhammad Saw.
Katika nabi Muhammad di lahirkan, cahaya menerangi istana-istana besar di Room. Abdul Muthalib adalah kakek dari nabi Muhammad yang memberinya nama " Muhammad " dan beliau juga pemangku " kunci Ka'bah ". Bahkan saat seluruh kaum kafirun Quraisy dengan bangga merayakan kelahiran putra mahkotanya, maka Abdul Muthalib lah yang meneriakkan nama " Muhammad " di tengah kaum Quraisy hingga Arsy pun terguncang karenanya.
Paceklik kembali segar, bunga gugur pun kembali bersemi, burung-burung menyanyi merayakan kelahiran sang Rembulan. Suasana Mekkah menjadi aman, udaranya menjadi sejuk, cahaya rembulan memancar pada satu titik. Dialah " Muhammad " sang pejuang kebenaran, sang pembawa kabar gembira telah terlahir ke dunia yang penuh akan tipu daya, yang kelak akan menghapus dan memusnahkan segala kebathilan dan menegarkan aura tauhid di bumi Allah Swt.
Muhammad sangatlah mulia. Karomahnya pun tak hanya orang yang sayang padanya yang mana merayakan kelahirannya, melainkan orang yang membencinya pun dapat merasakannya seperti Abu Lahab Yang merupakan paman nabi dari garis ayahnya, yang mana selama hayatnya ia sangat membenci keponakannya yang tak lain adalah Nabi Muhammad Saw. Bahkan ceritanya telah tertulis dalam surah " Al-Lahab ". Namun Abu Lahab tetap merasakan karomah baginda Rasul, dikarenakan dia berbahagia disaat pada waktu kelahiran nabi. Maka, kelak di neraka setiap hari Senin dia menikmati susu yang keluar dari pori-pori tangannya.
Muhammad tumbuh menjadi remaja yang kuat, tangguh tanpa adanya seorang ayah, kuat tanpa adanya seorang Ibu, hebat tanpa adanya seorang kakek, dan sabar tanpa adanya seorang paman. Rintangan demi rintangan hidup ia jalani dari menggembala hingga mengembara, dialah panutan umat lentera dalam hutan berantara.
Jadi, Kelahiran sang Rembulan dapat dijadikan momentum untuk mendekatkan diri kepada Rasulullah dengan meneladani kisah dan sifat-sifat Rasulullah Saw. Sebagai umat Islam marilah kita perbanyak shalawat untuk Nabi Muhammad SAW, Semoga kelak kita tergolong penerima syafaatnya!
Selamat Hari Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H.
" اللهم صلى على سيد نا محمد “
Tidak ada komentar:
Posting Komentar