UKM BDK UNIVERSITAS PANCA MARGA PROBOLINGGO - Tepatnya pada hari
Kamis Malam Jum’at (17/03) seluruh umat Islam memperingati momen yang istimewa
yakni malam nisfu syakban.
Sebelum memasuki bulan Ramadan,umat Islam mengenal bulan
Syakban,yaitu bulan yang terletak antara bulan Rajab dan Ramadan. kata Syakban
berasal dari bahasa Arab yang berasal dari kata syi'ab yang artinya jalan di
atas gunung.
Syakban merupakan bulan yang penuh dengan kemuliaan,pada bulan ini
amal-amal perbuatan manusia diangkat ke hadirat allah swt. Pada bulan ini allah
swt mengawasi hamba nya,mengampuni mereka yang memohon ampunan,mencurahkan
kasih sayang bagi mereka yang mengharapkannya dan menyingkirkan hamba-hamba-Nya
yang bersifat pendengki.
Syakban merupakan bulan ke delapan dalam penanggalan hijriah,di
mana pada bulan Syakban ini terdapat peristiwa penting yang tidak akan pernah
terlewatkan dari catatan sejarah penting Islam, Salah satu peristiwa penting
yang terjadi di bulan Syakban adalah perpindahan kiblat.
Di sini merupakan perpindahan arah kiblat dari Baitul Maqdis ke
Ka'bah di Mekkah.
Peristiwa penting tersebut tertulis dalam surat Al-Baqarah ayat
144:
قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ
قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ
مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا
الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللّٰهُ
بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ
Artinya:
Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka
akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah
wajahmu ke arah Masjidil Haram. dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah
wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan
Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka.
Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.
Selain peristiwa di atas pada bulan ini terdapat malam yang penuh
kemuliaan yakni tepat pada tanggal ke 15 bulan tersebut yang sering kita kenal
sebagai nisfu Syakban.
Sayyid Muhammad Al-maliki dalam kitab Madza Fis as-Syakban,
menerangkan bahwa penyetoran amal umat manusia di bulan Sya’ban merupakan
penyetoran amal besar-besaran.
Pernyataan di atas bukanlah tanpa landasan dan pijakan, pijakan
yang mendasari bahwa penyetoran amal terjadi di bulan Syakban sebagaimana
hadist dari Usamah bin Zaid, tatkala bertanya kepada Rasulullah, seraya ingin
mengetahui dan diajarkan amaliyah yang beliau lakukan. Begini teks aslinya:
عَن أُسَامَة بن زيد رَضِي الله عَنْهُمَا قَالَ قلت يَا رَسُول الله
لم أرك تَصُوم من شهر من الشُّهُور مَا تَصُوم من شعْبَان قَالَ ذَاك شهر يغْفل
النَّاس عَنهُ بَين رَجَب ورمضان وَهُوَ شهر ترفع فِيهِ الْأَعْمَال إِلَى رب
الْعَالمين وَأحب أَن يرفع عَمَلي وَأَنا صَائِم رَوَاهُ النَّسَائِيّ
“Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid, semoga Allah meridlai keduanya,
dia bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah! Tidaklah aku pernah melihat
engkau berpuasa di sebuah bulan –tidak diwajibkan puasa- dari beberapa bulan
selain bulan Syakban, lalu Rasulullah menjawab: bulan Syakban merupakan bulan
dimana para umat manusia tidak menyadari bahwa bulan antara bulan Rajab dan
bulan Ramadan tersebut merupakan sebuah bulan dimana segala amal perbuatan
disetorkan kepada Allah SWT, lalu aku (Rasul) lebih senang amal perbuatanku
disetorkan sedangkan aku dalam keadaan berpuasa". (Al-mundziri, At-targhib
wa At-tarhib)
Umat Islam meyakini bahwa pada malam
ini,dua malaikat pencatat amalan keseharian manusia, yakni Raqib dan Atid,
menyerahkan catatan amalan manusia kepada Allah SWT, dan pada malam ini juga
buku catatan-catatan amal manusia yang digunakan setiap tahun diganti dengan
yang baru. Marilah kita sebagai umat Islam berlomba-lomba berbuat kebaikan pada
bulan syakban ini,dengan harapan kita tutup catatan amal kita selama 1 tahun
ini dengan kebaikan serta dengan segala hal yang bernilai pahala, seperti yang
telah kita kutip dari dawuh Sayyid
Muhammad Al-maliki dalam kitab Madza Fis as-Syakban, beliau menyampaikan sebuah
hadits yang menjelaskan keutamaan berpuasa serta melakukan hal kebaikan di
bulan syakban. Namun bukan hanya itu saja banyak sekali anjuran dalam islam
yang harus di lakukan di bulan Syakban di antaranya:
- 1.
Memperbaiki
pelaksanaan shalat 5 waktu
- 2.
Mengqada
hutang puasa
- 3.
Menjalankan
puasa sunnah
- 4.
Membaca
Shalawat Nabi Muhammad SAW
- 5.
Memperbanyak
membaca Al Quran
- 6.
Melaksanakan
shalat sunnah
- 7.
Membersihkan
penyakit hati, seperti perasaan iri, dengki, dan sombong.
- 8.
Memperbanyak
shodaqoh.
Pada bulan ini, sungguh Allah banyak sekali menurunkan
kebaikan-kebaikan berupa syafaat (pertolongan),maghfirah (ampunan),dan itqun
min adzabin naar (pembebasan dari siksaan api neraka).
Pada riwayatnya lain juga di sebutkan oleh Abu Bakar Al-Balkhi:
“Bulan Rajab adalah bulan menanam. Bulan Syakban adalah bulan menyirami
tanaman. Dan bulan Ramadan adalah bulan memanen hasil tanaman.”
Beliau juga berkata: “Bulan Rajab itu bagaikan angin. Bulan Syakban
itu bagaikan awan. Dan bulan Ramadhan itu bagaikan hujan.”
Barangsiapa tidak menanam benih amal shalih di bulan Rajab dan
tidak menyirami tanaman tersebut di bulan Syakban, bagaimana mungkin ia akan
memanen buah takwa di bulan Ramadan? Di bulan yang kebanyakan manusia lalai
dari melakukan amal-amal kebajikan ini, sudah selayaknya bila kita tidak
ikut-ikutan lalai. Bersegeralah menuju ampunan Allah dan melaksanakan
perintah-perintah-Nya adalah hal yang harus segera kita lakukan sebelum bulan suci
Ramadan benar-benar datang. Marilah kita berkomitmen menjadikan bulan syakban
ini sebagai bulan latihan, pembinaan dan persiapan diri agar menjadi orang yang
sukses beramal shalih di bulan Ramadan, dengan senantiasa berlomba lomba dalam
kebaikan seperti yang telah di sebutkan dalam firman Allah swt(QS. Al-Baqarah,
2: 148)
وَلِكُلٍّ
وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا
يَأْتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًا ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap
kepadanya. Maka berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan. dimana saja kamu
berada pasti Allah akan mengumpulkan mu sekalian (pada hari kiamat).
Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah, 2: 148)
Kami segenap Keluarga Besar UKM Badan Dakwah Kampus mengucapkan
"Selamat memperingati malam nisfu syakban,dengan harapan semoga kita semua
senantiasa dalam pertolongan serta perlindungan Allah swt,dan Allah jadikan
kita semua sebagai hamba yang Istiqomah dalam menjalankan ibadah. jadikan lah
pemaparan singkat ini sebagai media untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah
swt dan juga dapat kita terapkan sesuai dengan yang dicontohkan oleh baginda
Rasulullah Saw,kepada umatnya,khususnya di wilayah Universitas Panca Marga
Probolinggo.
والله أعلم
باالصواب
Sekian pemaparan singkat dari kami, semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar