UKM BDK UNIVERSITAS PANCA MARGA PROBOLINGGO - Tepatnya pada hari Senin (18/04),tidak terasa umat Islam akan kedatangan malam yang sangat mulia dan istimewa yaitu malam Nuzulul Qur'an yang bertepatan pada tanggal 17 ramadan.
Malam Nuzulul Qur'an merupakan kejadian
yang sangat esensial dalam sejarah peradaban Islam yang terjadi di bulan suci
Ramadan.Nuzulul Qur'an adalah peristiwa turunnya Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad
Rasulullah SAW.
Para ulama sepakat bahwa malam Nuzulul Quran
merupakan malam turunnya Al Quran secara berangsur-angsur pada bulan
Ramadan,yakni pada malam ke-17.
Pendapat yang mengatakan Alquran diturunkan pada malam 17 Ramadan didasarkan pada hadits berikut :
عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَال : مَا أَشُكُّ وَلاَ أَمْتَرِي أَنَّهَا لَيْلَةُ سَبْعَ عَشْرَةَ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ أُنْزِل الْقُرْآنُ
Dari Zaid bin Arqam radhiyallahuanhu
berkata, ”Aku tidak ragu bahwa malam 17 Ramadan adalah malam turunnya
Al-Quran.” (HR. Ath-Thabarani dan Abu Syaibah).
Marilah kita bersama-sama mengenal dan belajar apa itu malam Nuzulul Qur'an:
Malam Nuzulul Qur'an adalah peristiwa yang
amat penting dalam sejarah peradaban Islam yang terjadi di bulan suci
Ramadan.Nuzulul Qur'an adalah peristiwa turunnya Al-qur'an kepada Nabi Muhammad
SAW pada malam ke-17 di bulan Ramadan.
Terkait turunnya Al Quran, Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 185 yang berbunyi:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ - ١٨٥
Artinya: "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur."
Al Quran pertama kali diturunkan di Gua Hira pada Tahun ke-41 dari kelahiran Nabi Muhammad SAW,Saat itu Nabi Muhammad SAW menerima Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah surat Al Alaq ayat 1-5.di tempat yang sederhana ini,bukan tempat yang mewah dan megah Rasulullah SAW dapat membawa perubahan yang besar bagi peradaban manusia terutama bagi umat muslim di seluruh dunia.
Pada dasarnya, Alquran diturunkan dalam
tiga fase:
Pada tahap pertama, Allah menurunkan Alquran ke Lauh Mahfuzh. Kitab suci ini diturunkan ke sana secara keseluruhan. Dalilnya adalah surah al-Buruj ayat 21-22. Artinya, “Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Alquran yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh.”
Imam al-Hafidz Badruddin al-Aini mengatakan, Lauh Mahfuzh di sisi Allah Ta’ala. Penyebutan itu tak berarti dalam perspektif tempat, melainkan isyarat kesempurnaan keberadaannya dibanding makhluk-makhluk lainnya.
Fase Kedua Baitul Izzah Fase ini merupakan kelanjutan dari sebelumnya. Setelah di Lauh Mahfuzh, Alquran secara utuh diturunkan ke Baitul Izzah, yakni langit dunia (samaaud dunya). Ini terjadi pada bulan suci. Ulama-ulama menyatakan, momen turunnya Alquran itu berlangsung pada malam Jumat tanggal 17 Ramadhan.
Sampai pada Nabi Akhirnya, tibalah pada Fase Ketiga .Pada tahap ini, Alquran diturunkan melalui Malaikat Jibril kepada
Nabi Muhammad SAW. Turunnya kitabullah ini terjadi secara berangsur-angsur,
yakni dalam kurun waktu sekitar 23 tahun. Dalil terkait hal itu adalah surah
as-Syu’ara ayat 193-195.
Artinya, “Yang dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril). Ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan dengan bahasa Arab yang jelas.”
Tak jarang Nuzulul Qur'an kerap disamakan
dengan Lailatulqadar. Meski sama-sama berkaitan dengan turunnya Al Qur'an,
keduanya merupakan peristiwa yang berbeda.
Nuzulul Qur'an merupakan peristiwa Jibril menurunkan wahyu berupa Al Qur'an dari Allah SWT ke Nabi Muhammad SAW. Sementara Lailatul qadar adalah istilah yang digunakan untuk memperingati malam di mana Al Qur'an diturunkan langsung dari Allah SWT secara keseluruhan baitul izzah (semacam ruang ilahiyah) yang kemudian dibawa Jibril secara berangsur kepada Rasulullah SAW. Oleh karena itu, malam lailatul qadar hanya Allah SWT yang mengetahuinya.
Peristiwa Nuzulul Quran terjadi bukan tanpa
alasan.Ada banyak hikmah yang bisa dipetik oleh umat Muslim melalui peristiwa
bersejarah tersebut. Berikut di antaranya:
Mengingat kembali bagaimana proses diturunkannya Al Quran sebagai pedoman umat Muslim. Oleh Karena itu,hendaknya kita senantiasa membaca Al Quran secara rutin,
Senantiasa menjalankan perintah Allah.
Allah menuliskan perintah-Nya kepada umat Muslim melalui Al Quran yang
diturunkan pada malam Nuzulul Quran.
Ada beberapa anjuran yang harus di lakukan
pada malam Nuzulul Qur'an:
1.membaca dan tadabbur Al Qur'an
2.sholat malam
3.iktikaf
4.Doa dan zikir
Mengingat hal tersebut, sudah menjadi
kewajiban bagi umat Muslim untuk mengikuti apa yang diperintahkan dan menjauhi
larangan Allah dalam Al Quran.
Semakin mendekatakan diri kepada Allah.
Umat Muslim dianjurkan untuk menghidupkan malam Nuzulul Quran dengan
memperbanyak ibadah, seperti menggelar pengajian, dzikir, sholat malam, dan
sebagainya.
jadikan lah pemaparan singkat ini sebagai
media untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt dan juga dapat kita
terapkan sesuai dengan yang telah dicontohkan,
والله أعلم
باالصواب
Sekian pemaparan singkat dari kami, semoga
bermanfaat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar