Tepat 27 Rajab 1444 H seluruh umat islam memperingati momen yang sangat istimewa yakni Peringatan Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad S.A.W. Sahabat yang berbahagia, semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT dan senantiasa mendapatkan rahmatnya.
Pada artikel kali ini kita akan sedikit membahas peristiwa Isra' Mi'raj. Isra' Mi'raj merupakan salah satu
mukjizat yang diberikan allah SWT kapada Rasul-Nya, Nabi Muhammad SAW.
Dikatakan mukjizat karena peristiwa ini serasa tidak masuk akal dan melampaui
logika sains.
Dari sudut pandang yang lebih luas, Isra Mi’raj adalah peristiwa
ilahiyah yang melibatkan campur tangan Allah. Di ranah ini tidak ada yang tidak
mungkin. Salah satu analogi yang sering digunakan oleh para ulama adalah cerita
tentang semut yang terbang bersama pesawat dari Jakarta ke Surabaya hanya dalam
waktu kurang dari satu jam. Padahal jika semut itu pergi dengan kekuatan
sendiri, dia memerlukan waktu bertahun-tahun untuk menempuh jarak yang sama.
Sebelum kita melangkah lebih jauh marilah kita mengenal terlebih
dahulu pengertian dari israk mi’raj itu sendiri ;
Isra' Mi'raj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah sebelum
Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Menurut Al-Maududi terjadi pada tahun pertama
sebelum hijriah yaitu antara 27 Rajab tahun ke-10 kenabian, namun tidak
diketahui secara persis kapan tanggal terjadinya 2 peristiwa yang berbeda " Isra’ Mi’raj ".
Pada peristiwa Isra', Nabi Muhammad “diberangkatkan” oleh Allah SWT dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hal ini di tegaskan dalam (Q.S AL Isra’: 1)
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
“Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad)
pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi
sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran)
Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”
dan Mi’raj, Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke
Sidratul Muntaha/tempat tertinggi/langit ke tujuh dan ke arsy untuk menghadap
Allah SWT.
Dalam perjalanan isra’mi’raj Nabi Muhammad SAW juga bertemu dengan
beberapa nabi lain-nya dan menyaksikan surga dan neraka, namun bukan hanya itu
saja, Nabi Muhammad SAW juga menerima perintah untuk melaksanakan sholat yang
awalnya 50 kali dalam sehari semalam, lalu Nabi Muhammad saw memohon keringanan
kepada allah hingga menjadi 5 kali dalam sehari semalam.
Pengalaman ruhani yang dialami Nabi Muhammad SAW saat Isra’ Mi’raj
mencerminkan hakikat spiritual dari sholat yang dijalankann umat Islam
sahari-hari. Shalat adalah mi‟rajnya orang-orang yang beriman.
Allah SWT berfirman dalam (Q.S. AL Baqoroh: 153) yang berbunyi :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
“ Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada
Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar
".
Segala sesuatu yang Allah kehendaki pasti menyimpan hikmah dibaliknya, Berikut Pelajaran Penting yang dapat kita petik dari peristiwa isra’
mi’raj :
Dari Ali Muhammad Shalabi dalam Sirah Nabawiyah: ‘Irdlu Waqâi’ wa
Tahlîl Ihdats, juz 1 halaman 209 menjelaskan setidaknya ada makna penting dari
peristiwa ini.
1. Kemuliaan dan
Keistimewaan Nabi Muhammad
Nabi Muhammad SAW baru saja mengalami hal yang amat menyedihkan,
yaitu wafatnya Sayyidah Khodijah sebagai istri tercinta, yang selalu
mengorbankan jiwa, tenaga, pikiran, dan hartanya demi perjuangan Nabi. Juga
wafatnya sang paman, Abu Thalib yang selalu melindungi Nabi dari kekejaman kaum
Quraisy. Allah ingin menguatkan hati Nabi dengan melihat secara langsung
kebesaran Allah SWT. Sehingga hati Nabi semakin mantap dan teguh dalam
menyebarkan agama Islam. Ini memberikan pelajaran, bahwa siapa pun yang
berjuang di jalan Allah, dan menegakkan agama, seperti dengan memakmurkan masjid,
memakmurkan majlis ilmu, dzikir dan tahlil, Allah akan memberikan kebahagiaan
dan keistimewaan.
2. Kewajiban Shalat Lima
Waktu
Musthofa As Siba’i dalam kitab Sirah Nabawiyah, Durus wa Ibar,
jilid 1 halaman 54.
menjelaskan bahwa jika Nabi melakukan Isra’ Mi’raj dengan ruh dan
jasadnya sebagai mukjizat. Karenanya, sebuah keharusan bagi tiap muslim
menghadap (mi’raj) kepada Allah SWT lima kali sehari dengan jiwa dan hati yang
khusyu’.
Dengan shalat yang khusyu’,
seseorang akan merasa diawasi oleh Allah SWT, sehingga malu untuk menuruti
syahwat dan hawa nafsu, berkata kotor, mencaci orang lain, berbuat bohong.
Justru sebaliknya lebih senang dan mudah untuk melakukan banyak kebaikan. Hal
tersebut demi mengagungkan keesaan dan kebesaran Allah, sehingga dapat menjadi
makhluk terbaik di bumi.
3. Perjalanan Pertama Luar
Angkasa
Dalam sejarah, perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha
hingga Sidratul Muntaha adalah perjalanan pertama manusia di dunia menuju luar
angkasa, dan kembali menuju bumi dengan selamat. Jika hal ini telah terjadi di
zaman Nabi, 1400 tahun yang lalu, hal tersebut memberikan pelajaran bagi umat
Islam agar mandiri, belajar, bangkit dan meningkatkan kemampuan, tidak hanya
dalam masalah agama, sosial, politik, dan ekonomi, namun juga harus melek
terhadap sains dan teknologi. Perjalanan menuju ke luar angkasa adalah sains
dan teknologi tingkat tinggi yang menjadi salah satu tolak ukur kemajuan sebuah
umat dan bangsa.
4. Membela Perjuangan Agama
Pada Isra' Mi'raj ada penyebutan dua masjid, yaitu Masjidil
Haram dan Masjidil Aqsha. Hal tersebut memberikan pelajaran bahwa Masjidil
Aqsha adalah bagian dari tempat suci umat Islam. Membela masjid tersebut dan
sekelilingnya sama saja dengan membela agama Islam. Wajib bagi tiap muslim
sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk selalu berjuang dan berkorban untuk
kemerdekaan dan keselamatan Masjidil Aqhsa Palestina. Baik dengan diplomasi
politik, bantuan sandang pangan, maupun dengan harta.
walaupun di luar batas rasio manusia, isra’ mi’raj merupakan
peristiwa yang betul-betul terjadi dan dialami sendiri oleh Nabi Muhammad SAW
sebagai salah satu dari ribuan bukti kenabiannya.
Barang siapa yang tidak percaya akan kejadian Isra Mi'raj dianggap
runtuh imannya, Karena itu merupakan bagian iman kita kepada Al- Quran
sebagaimana dalam Surat Al-Isra' dan Surat An-Najm: 5 -18 telah dijelaskan
bahwa Isra Mi'raj benar-benar terjadi.
Dari berbagai hikmah yang dapat dipetik dari peristiwa Isra'
Mi’raj yang dapat membangun insan sejati dan merubah diri lebih baik dengan menjemput ridho Allah SWT. Maka dapat diharapkan umat muslim untuk dapat
mempelajarinya dengan rasa penuh semangat lalu tak lupa untuk mengamalkan di dalam kehidupan serta dapat
menambah keimanan kita kepada Allah SWT. Dengan adanya moment Isra Mi’raj,
Demikian pemaparan singkat dari kami, semoga bermanfaat. Kami
keluarga besar UKM Badan Dakwah Kampus mengucapkan “ Selamat Memperigati Isra
dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW”. Marilah kita jadikan moment peristiwa Isra
Mi’raj sebagai pelajaran untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dan
senantiasa menghidupkan nafas-nafas islami dengan penuh ketaatan dan semangat
yang tinggi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar